Beberapa hari yang lalu saya meendapat pertanyaan dari salah satu passien saya
” Bu kalau berhubungan dengan suami di waktu hamil boleh nggak, terus apa ada pantangannya… ”
Pada dasarnya hubungan seks boleh dilakukan selama kehamilan tetapi juga ada syarat dan ketentuan berlaku ( kaya promo iklan ya)
1. Bila terdapat bisul di bibir dilarang melakukan oral seks.
2. Hubungan seks harus segera di hentikan apabila terdapat tanda infeksi dengan pengeluaran cairan disertai rasa nyeri/panas, terjadi pendarahan yang mendadak.
3. Bila anda pernah mengalami keguguran atau bahkan sering, anda harus konsultasi dengan tenaga kesehatan / Bidan untuk langkah terbaik dalam hubungan seks.
Kalau manfaat dalam berhungan seks selama kehamilan
1. Hubungan seks akan membuat hubungan dengan pasangan bertambah akrab.
2. Dapat membuat tubuh tetap bugar dan mempersiapkan otot-otot panggul untuk persalinan.
3. Hubungan seks juga menimbulkan relaksasi yang bermanfaat bagi tubuh anda dan janin.
Bagi anda pasangan muda (yang baru saja nikah), selamat mencoba, lakukan hubungan seks anda dengan penuh perasaan
Tampilkan postingan dengan label seksual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seksual. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 April 2010
Seksual Pada Masa Nifas

Hal-hal yang mempengaruhi sexual pada Masa Nifas adalah :
1. Intensitas respon sexual berkurang, ini disebabkan karena perubahan faal pada tubuh. Tubuh menjadi tidak atau belum sensitive seperti dulu kala.
2. Rasa lelah akibat mengurus bayi mengalahkan minat untuk bermesraan.
3. Bounding dengan bayi menguras semua cinta kasih sehingga waktu tak tersisa untuk pasangan.
4. Kehadiran bayi dikamar yang sama membuat ibu secara psikologis tidak nyaman berhubungan Intim.
5. Pada minggu pertama setelah persalinan, hormone estrogen menurun, hal ini mempengaruhi sel-sel pensekresian cairan pelumas vagina alamiah berkurang, sehingga menimbulkan rasa sakit bila berhubungan sexual, maka perlu adanya bantuan pelumas atau rubrikan.
6. Ibu mengalami let doun ASI, sehingga respoun terhadap orgasme sexual mereka mungkin juga merasakan rangsangan sexual pada saat menyusui. Respon fisiologis ini dapat menekan ibu kecuali mereka memahami bahwa hal ini adalah normal.
Terus bagaimana cara mengatasinya?????
Solusi untuk mengatasi permasalahan diatas antara lain adalah sebagai berikut :
1. Biasanya Dokter atau Bidan memberikan batasan rutin 6 minggu pasca persalinan, tetapi jika pasangan ingin lebih cepat, konsultasikan masalah ini, karena Dokter atau Bidan mengetahui dengan pasti jenis persalinan, kondisi perineum, bekas luka episiotomy, dan kecepatan pemulihan yang sesungguhnya. Jika permintaan ditolak oleh Dokter atau Bidan, taati nasehatnya karena menunggu hingga 6 minggu pasca persalinan tidak akan menyakitkan secara fisik.
2. Ungkapkan cinta dengan cara lain seperti duduk berpelukan di depan TV, menggosok punggung pasangan, dan berdansa berdua. Jika tidak lelah, bisa membantu melakukan mastrubasi jika sama-sama menginginkan, boleh juga melakukan hubungan intim secara oral . Namun tidak ada keintiman yang lebih memuaskan dari pada yang timbul saat berbaring berpelukan.
3. Program kontrasepsi harus segera pada pertimbangan sebelum hubungan sexual karena dapat hamil kembali kurang dari 6 minggu.
Mungkin anda mau menambahkan?????? Ayo berbagi
Langganan:
Postingan (Atom)
