Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 April 2010

hypno-birthing

Melahirkan dengan cara terapi hipnotis? Kenapa nggak? Konon melahirkan dengan teknik ini banyak memberi manfaat bagi calon ibu, antara lain rasa nyaman, berkurangnya rasa sakit (bahkan ada yang tidak merasakan sakit sama sekali) hingga rasa bahagia. Wah, jadi penasaran…
HypnoBirthing merupakan sebuah paradigma baru dalam pengajaran melahirkan secara alami. Teknik ini mudah dipelajari, melibatkan relaksasi yang mendalam, pola pernapasan lambat dan petunjuk cara melepaskan endorfin dari dalam tubuh (relaksan alami tubuh) yang memungkinkan calon ibu menikmati proses kelahiran yang aman, lembut, cepat dan tanpa proses pembedahan.

HypnoBirthing dicetuskan berdasarkan buku yang ditulis oleh pakar ginekologi Dr. Grantly Dick-Read, yang memublikasikan buku Childbirth Without Fear pada 1944. Terapi HypnoBirthing selanjutnya dikembangkan oleh Marie Mongan, pendiri HypnoBirthing Institute.

Terapi ini mengajarkan para ibu untuk memahami dan melepaskan Fear-Tension-Pain Syndrome yang seringkali menjadi penyebab kesakitan dan ketidaknyamanan selama proses kelahiran.

Saat kita merasa takut, tubuh mengalihkan darah dan oksigen dari organ pertahanan non esensial menuju kelompok otot besar di wilayah kaki dan tangan. Akibatnya, area wajah ‘ditinggalkan’, makanya ada ungkapan “pucat karena ketakutan”. Dalam situasi yang menakutkan, tubuh mempertimbangkan bahwa uterus atau rahim dipandang sebagai organ ‘tidak penting’ . Menurut Dr. Dick-Read, rahim pada perempuan yang ketakutan secara kasat mata memang tampak putih. Wah.

HypnoBirthing mengeksplorasi mitos bahwa memang rasa sakit adalah hal yang wajar dan dibutuhkan saat melahirkan normal. Saat perempuan yang melahirkan terbebas dari rasa takut, otot-otot di tubuhnya termasuk otot rahim akan mengalami relaksasi, yang akan membuahkan proses kelahiran yang lebih mudah dan bebas stres.

Dalam beberapa kasus, tahapan proses kelahiran juga menjadi lebih pendek, mengurangi kelelahan selama perjuangan melahirkan bayi dan ibu akan tetap segar, penuh energi setelah melahirkan.

“Bisa dikatakan HypnoBirthing membuat Anda melahirkan bebas dari rasa takut, tidak bebas dari rasa sakit, meskipun beberapa perempuan mengalami proses melahirkan tanpa rasa sakit sama sekali,” ujar Mongan. “Mengurangi ketakutan akan membuat tubuh ibu bekerja seperti yang seharusnya.”

Memelajari sevuah bahasa baru melahirkan merupakan kesatuan dalam pelatihan HypnoBirthing. Misalnya, ketimbang fokus pada kontraksi, seorang ibu yang mendalami HypnoBirthing mengalami sebuah ‘gelora’. Saat alam bawah sadar ibu menerima kata ‘gelora’, tubuhnya menciptakan jawaban fisiologis seketika, sebuah respon yang amat berbeda dari kata ‘kontraksi’.

Dengan memahami betapa efektifnya jawaban tubuh terhadap proses melahirkan yang lebih lembut, seorang ibu HypnoBirthing memiliki keahlian secara lisan dan visual mengenai kemampuan alaminya dalam mengikuti cara alami ideal melahirkan.

Secara cepat ibu akan belajar mempercayai insting melahirkan pada tubuhnya, bahwa tubuhnya diciptakan untuk bekerja dalam irama yang selaras saat mengeluarkan bayi ke dunia.

“Ada perbedaan besar antara HypnoBirthing dan kelas pendidikan melahirkan lainnya, dan ini bukanlah hanya potongan hipnotis. HypnoBirthing lebih menekankan melahirkan dengan cara positif, lembut, aman dan bagaimana mencapainya denganmudah,” ujar Mongan.

Pada 1958, the American Medical Association menyetujui terapi dengan menggunakan hipnotis, meski sejuah ini terapi hipnotis yang dipakai untuk memudahkan proses kelahiran bayi belum banyak diketahui publik.

sumber : hanyawanita.com

Jangan Takut hadapi Persalinan

Menjelang persallinan akan ada rangsangan tidak enak yang dapat menimbulkan takut, kekawatiran yang terjadi pada saat persalinan berlangsung, hal demikian ini yang disebut nyeri persalinan. Jadi jangan takut menghadapi persalinan Sedangkan factor-faktor yang mempengaruhi nyeri persalinan adalah sebagai berikut :

Faktor Fisiologis, adalah kontraksi rahim sendiri, yang dapat menimbulkan nyeri
Faktor Psikologis. Sikap dan keadaan mental ibu bersalin, dimana reaksi yang marah-marah, menjerit-jerit akan memperparah nyeri.

Nyeri persalinan perlu diatasi supaya memudahkan proses persalinan, mengurangi kesakitan dan kematian ibu maupun bayi serta agar ibu dan bayi terbebas dari rasa depresi. Cara mengatasinya ada beberapa tips :

1. Pada posisi pembukaan jalan lahir posisi yang dianjurkan
• Berdiri dibelakang kursi dengan rileks, lalu letakkan tangan pada sandaran kursi.
• Berdiri menghadap suami, lingkarkan lengan pada leher suami, dan suami memijat lembut punggung istri
• Sandarkan punggung pada suami secara santai, dan suami mendinginkan wajag istri denan waslap.
• Rileks dengan posisi menungging dan rebahkan kepala pada bantal, lalu suami mengusap lembut pada punggung

2. Teknik Pernafasan
• Tarik nafas dalam-dalam dan teratur melalui hidung dan keluarkan melalui hidung.
• Pada puncak kontraksi, bernafaslah dengan ringan dan pendek-pendek.
• Jika ingin mengejan, tarik nafas dalam-dalam, tahan sebentar lalu mengejan seperti buang air besar.
• Saat kontraksi menghilang, amil nafas dan tubuh dibuat rilek

3. Pada pengeluaran bayi, posisi yang dianjurkan adalah :
• Sandarkan punggung diantara kudua lutut suami. ( posisi suami duduk di kursi)

4. Posisi dsuduk
• Duduk dengan posisi menungging, menggunakan tangan dan kaki untuk meyangga berat tubuh.
• Menundukkan kepala, meregangkan kaki dan memegang ujung bawah pada mengejan
• Rilek dan sandarkan tubuh ke bantal sewaktu tidak ada kontraksi
• Duduk tegak pada saat mengejan

Hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat persalinan
Posisi Terlentang
Mengejan sebelum pembukaan jalan lahir lengkap ( mengejan terlalu dini)
Mengejang dengan posisi terlentang
Mengejan dengan menahan nafas panjang

Referensi : daftar pustaka

Psikologi Ibu Hamil

Kabar kehamilan akan memberikan kebahagiaan bagi pasangan yang mengharapkan kehadiran sang buah hati. Kehadiran bayi mungil, lucu dan menggemaskan tentunya akan membuat rumah anda semakin ceria, yang tadinya tidak ada jeritan dan tangisan sang buah hati, tiba-tiba rumah anda ada keceeriaan tersendiri. Tak heran jika berbagi upaya dilakukan oleh pasangan demi kehamilan dan kelahiran serta kehadiran sang buah hati yang didambakan. Kehadiran sang buah hati akan semakin anda bersemangat dalam mengarungi bahtera kehidupan dalam mengasuh dan mendidik titipan Illahi.
Kehamilan merupakan proses alami dan akan menyebabkan perubahan fisik, maupun psikologi.

Kali ini saya akan mencoba mengupas tentang psikologi ibu hamil.

1. Kehamilan pada 3 bulan pertama

#. Anda bingung dengan kehamilannya antara YA dan TIDAK
#. Kadang-kadang anda lupa bahwa anda sedang hamil
#. Anda akan dengan cepat memberitahu pasangan anda dengan kehamilannya, anda akan kawatir bila pasangan anda menunjukkan respon yang negatif
#. Anda menginginkan pengakuan dan perhatian yang lebih kepada pasangan anda
#. Anda kawatir dengan ketidaknyaman yang menyertai anda
#. Penurunan hasrat dan aktifitas seksual, takut berhubungan sek di dalam kehamilan anda

2. Kehamilan pada 3 bulan kedua

*. Mengharap dan merasa gembira dengan gerakan janin dengan menyebut nama janin / komunikasi dengan janin anda
*. Peningkatan kebutuhan untuk dekat dengan figure ibu
*. Cenderung lebih fokus pada janin, ketergantungan kepada pasangan anda semakin meningkat.
*. Merasa lebih sehat, mulai mengenakan baju hamil.
*. Hasrat seksual dapat meningkat dari pada 3 bulan pertama
*. Melihat atau meniru peran menjadi ibu dari orang lain

3. Kehamilan pada 3 bulan ke tiga

#. Ingin sekali kehamilannya segera berakhir
#. Takut pada persalinan, kadang-kadang suka bermimpi melahirkan
#. Sibuk mempeprsiapkan segala sesuatu untuk bayi
#. Ada peningkatan sensitivitas serta kecemasan
#. Ketergantungan kepada pasangan semakin besar
#. Kebutuhan aka sek semakin menurun

Terus bagaimana cara menyikapinya :
1. Diskusikan perasaan anda dengan pasangan anda, atau ibu anda, atau bahkan kepada orang yang anda percaya
2. Dorong pasangan anda untuk menunjukkan sikap positi terhadap kehamilan anda
3. Ajak pasangan anda untuk menemani anda saat memeriksakan kondisi anda dan janin anda
4. Perhatikan gerak janin anda, ajak komunikasi
5. Ajak pasangan anda untuk ikut berinteraksi dengan janin anda
6. Bila kehamilan anda bukan yang pertama kali, kasih pengertian saudara kandungnya untuk menerima adik baru
7. Lakukan aktivitas yang aman dan menyenangkan
8. Selalu mendekatkan diri kepasa sang Khaliq.